Inisiasi Menyusui Dini (IMD)



    Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah langkah awal pemberian nutrisi terbaik pada bayi baru lahir.  Inisiasi Menyusui Dini dilakukan dengan perlekatan skin to skin setengah jam setelah ibu melahirkan. Inisiasi Menyusui Dini yang terlambat akan meningkatkan resiko kematian pada bayi. Tapi faktanya 3 dai 5 bayi tidak melakukan Inisiasi Menyusui Dini  30 menit setelah kelahirannya.

Manfaat Inisiasi Menyusui Dini
    1. Inisiasi Menyusui Dini merupakan perisai awal daya tahan tubuh bayi. 
    2. Kulit ibu merupakan penghangat alami untuk kulit bayi
    3. kontak kulit bayi dengan payudara ibu dapat menstabilkan detak jantung dan pernafasan bayi, menurunkan stres pada bayi sehingga menurunkan pengeluaran kalori pada bayi baru lahir, ASI keluar lebih cepat, penting untuk keberlangsungan menyusui, memunculkan bonding yang kuat antara ibu dan bayi 
    4. Terdapat bakteri baik (mikrobiom) yang berfungsi untuk menurunkan resiko infeksi pada bayi baru lahir 
    5. Memberikan proteksi sehingga bayi terhindar dari obesitas, penyakit tidak menular seperti asma dan diabetes
Kolostrum 
      Kolostrum adalah cairan ASI pertama. Warnanya  kuning, kental dan lengket dan sangat kaya antibodi. Warna kuning dari kolostrum mengandung beta karoten. Kolostrum terdapat pada cairan ASI pada hari 1-5 setelah melahirkan. 
         
      Saat plasenta dilahirkan kadar progesteron dalam darah akan menurun dan kadar lactose menngkat cepat. Peningkatan lactose ini akan meningkatkan produksi ASI. Jika ASI tidak keluar, mungkin karena masih ada sedikit progesteron yang menahan prolaktin. Meski begitu, ibu tetap perlu menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali .Dengan menyusui setiap 2-3 jam sekali dapat merangsang hormon oksitosin untuk memproduksi ASI lebih banyak lagi. Bila tidak ada masalah berarti, dengan aktifnya bayi menghisap puting ibu secara otomatis produksi ASI akan bertambah dengan sendirinya.
     Ibu yang memberikan susu formula pada bayinya  akan membuat bayi malas menyusui, produksi ASI ibu akan berkurang bahkan berhenti menyusui. Payudara besar maupun kecil tidak mempengaruhi produksi ASI yang membuat berbeda hanya kandungan lemak pada payudara. Yang mempengaruhi produksi ASI adalah stres, kelelahan, perlekatan payudara dan mulut bayi yang tidak benar, jarang menyusui, puting lecet, makanan yang tidak sehat. Dukungan serta bantuan dari orang di sekitar ibu sangat membantu untuk meningkatkan  produksi ASI terlebih dukungan suami. Secara psikologis ibu di dukung dan membantu ibu untuk melakukan pengelolaan stres. Tidak hanya itu ibu-ibu yang memiliki waktu "me time" jika dapat mengingkatkan produksi ASI lebih banyak daripada yang tidak pernah melakukan "me time.
       Makanan dengan gizi seimbang sesuai konsep menu isi piringku dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ibu menyusui memenuhi kecukupan cairan dalam tubuhnya minimal 2,5 liter perhari, pada ibu-ibu menyusui yang mengalami anemia bisa diberikan tambahan suplemen vitamin D, zat besi dan nutrien lain sesuai indikasi. 
        Berikanlah ASI sesering mungkin, berikan hak anak untuk mendapatkan ASI, serta dukung upaya pemerintah untuk menekan Angka Kematian Bayi melalui pemberian ASI pada bayi baru lahir. 
 
      
         
   
 
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MENJALANI AKTIVITAS SAAT NEW NORMAL

SEHAT SELAMA MASA PANDEMI